Selamat Datang di Blog ERWIN DARPO : Inspirasi Hidup Sehat
DEFISIENSI YODIUM; Fakta, Gejala, Bahaya, dan Penanganannya

DEFISIENSI YODIUM; Fakta, Gejala, Bahaya, dan Penanganannya

FAKTA Kekurangan Yodium

Kekurangan yodium (iodine) adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang kurang mendapatkan asupan yodium sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan hormon tiroid yang memadai. Kekurangan yodium berat akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti gondok (goiter), hipotiroidisme, kretinisme, dan penurunan kesuburan pada wanita. Pada lingkup populasi, kekurangan yodium berat dapat meningkatkan angka kematian bayi serta keterbelakangan mental.

Yodium merupakan sebuah senyawa kimia yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh. Oleh karenanya, kecukupan kadar yodium dalam tubuh sangat bergantung dari asupan makanan sehari-hari.

Kekurangan yodium adalah salah satu defisiensi nutrisi yang paling umum, mempengaruhi hampir sepertiga populasi dunia. Adapaun kasus gangguan akibat kekurangan yodium di Indonesia masih menjadi salah satu masalah gizi yang paling utama. Kondisi ini seringkali dijumpai pada daerah pegunungan. Kondisi tersebut terkait konsumsi makanan sehari-haryang i masih sangat bergantung pada produksi pangan setempat dengan kondisi tanah yang miskin yodium.
 

Gambaran Kebutuhan Yodium

Yodium adalah mineral penting untuk fungsi tiroid normal dan produksi hormon tiroid. Hormon tiroid terlibat dalam banyak proses tubuh, seperti pertumbuhan, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang. Mereka juga mengatur laju metabolisme.

Yodium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu. Fungsi utama yodium adalah untuk sintesis hormon di dalam kelenjar tiroid. Sumber utama yodium diperoleh adalah dari makanan yang mengandung garam atau dari makanan laut.

Kebutuhan yodium harian untuk orang dewasa berkisar antara 0,1-0,15 mg per hari. Detail kebutuhan yodium sesuai kelompok umur berdasarkan rekomendasi Institut Kedokteran Amerika Serikat dapat dilihat sebagai berikut.

  • Dewasa = 0,15 mg per hari
  • Wanita hamil = 0,22 mg per hari
  • Wanita menyusui = 0,29 mg per hari
  • Anak usia 1-11 tahun = 0,09-0,12 mg per hari
  • Bayi = 0,11-0,13 mg per hari

Rata-rata, kebutuhan yodium maksimal untuk orang dewasa adalah 1,1 mg per hari, dan kurang dari itu untuk anak-anak. Saat ini, sumber utama yodium adalah garam dapur yang sudah ditambahkan garam yodium. Sedangkan sisanya berasal dari makanan laut. Perlu diingat bahwa kandungan yodium dalam tanah sangat sedikit sehingga sulit untuk mendapatkan sayuran dengan kandungan yodium tinggi. Beberapa jenis makanan bukan dari laut, namun mengandung yodium tinggi antara lain adalah kuning telur, susu, dan produk dari susu. Kandungan yodium pada makanan tersebut berasal dari tambahan yodium untuk pakan ternak (terutama ayam dan sapi).


Tubuh memang sangat membutuhkan yodium dalam asupan sehari-hari. Banyak hal yang dapat terjadi bila yodium dalam tubuh hilang keseimbangannya. Berikut ini beberapa manfaat yodium bagi tubuh.

  1. Mengatur aktivitas berbagai organ tubuh. Dari saluran pencernaan, yodium akan diserap dan diubah menjadi tiroksin (thyroxin), suatu hormon dengan banyak fungsi penting bagi tubuh. Tiroksin mengatur semua aktivitas berbagai organ tubuh, diantaranya adalah mengontrol cepatnya pertumbuhan seseorang. Selain itu, kelenjar tiroid berperan dalam membantu pengaturan metabolisme tubuh.
  2. Mendukung fungsi perkembangan otak pada janin dan anak-anak. Ternyata, hormon tiroid juga berperan untuk mengoptimalkan fungsi otak dan sistem saraf dalam perkembangan janin, masa bayi dan anak-anak.
 

Gejala Kekurangan Yodium

Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi faktanya tidak sedikit orang yang mengalami kekurangan asupan mineral yang satu ini. Berbagai tanda dan gejala kekurangan yodium, yaitu

1. Pembengkakan Kelenjar Tiroid

Saat asupan yodium Anda kurang dari 100 mcg (mikrogram) per hari, tubuh akan mulai memproduksi hormon tiroid (TSH) secara berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid, atau yang dikenal sebagai goiter, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai penyakit gondok. 

2. Berat Badan Naik Drastis

Jika Anda merasa berat badan naik drastis, padahal tidak sedang makan banyak, bisa jadi Anda kekurangan yodium. Namun memang, tidak semua kasus peningkatan berat badan sudah pasti gejala kekurangan yodium.

Fungsi utama hormon tiroid adalah membantu mengendalikan metabolisme tubuh, yaitu dengan memecah makanan menjadi energi dan panas. Saat kadar hormon tiroid ini rendah, maka tubuh akan kewalahan untuk memproses makanan. Akibatnya, kalori dari makanan akan disimpan dalam bentuk lemak dan menambah berat badan Anda.

3. Mudah Lelah dan Kedinginan

Wajar jika tubuh merasa lelah setelah seharian beraktivitas. Namun hati-hati, ini juga bisa jadi salah satu gejala kekurangan yodium.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Hippokratia tahun 2010 mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen orang dengan kadar tiroid yang rendah cenderung gampang kelelahan dan kedinginan. Pasalnya, metabolisme tubuh yang lambat membuat tubuh gagal memproduksi energi. Tubuh pun jadi terasa lemas dan mudah kedinginan.

4. Rambut Rontok dan Kulit Kering

Bukan cuma mengatur metabolisme tubuh, hormon tiroid juga berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan folikel rambut. Saat hormon tiroid tubuh rendah, folikel rambut Anda akan berhenti beregenerasi alias tumbuh kembali. Hal inilah yang membuat rambut tipis dan mudah rontok.

Tak hanya rambut, regenerasi sel juga bergantung pada tinggi atau rendahnya hormon tiroid dalam tubuh. Sel-sel kulit akan sulit beregenerasi dan lebih jarang berkeringat saat tubuh kurang mendapatkan asupan yodium. Akibatnya, kulit cenderung kering dan mudah terkelupas.

5. Detak Jantung Melambat

Cepat atau lambatnya detak jantung Anda ternyata dipengaruhi oleh kandungan yodium dalam tubuh. Jika kadar mineral yang satu ini terlalu rendah, maka detak jantung Anda akan menurun. Begitu pula sebaliknya, kebanyakan asupan yodium bisa meningkatkan detak jantung.

Kekurangan yodium yang tergolong parah dan kronis dapat membuat detak jantung Anda melambat secara abnormal. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa mengakibatkan tubuh terasa lemah, letih, pusing, bahkan sampai pingsan.

6. Sulit Mengingat

Sebuah studi yang melibatkan 1.000 orang dewasa menemukan bahwa peserta yang kadar hormon tiroidnya tinggi cenderung memiliki memori yang kuat dan tanggap, dibandingkan peserta yang hormon tiroidnya rendah.

Hormon tiroid ternyata juga berperan penting terhadap tumbuh kembang otak. Para ahli menemukan bahwa ukuran hippocampus, yaitu bagian otak yang mengontrol memori jangka panjang, cenderung lebih kecil pada orang dengan kadar tiroid yang rendah. Itu sebabnya, kekurangan yodium bisa menghambat perkembangan otak dan membuat Anda jadi mudah lupa.
 

Dampak Kekurangan Yodium bagi Tubuh

Walaupun sumber yodium dapat dengan mudah kita temui, tidak tertutup kemungkinan manusia dapat kekurangan yodium. Dampak dari kekurangan yodium ini bermacam-macam, antara lain:

1. Penyakit Gondok

Dampak yang jelas sekali terlihat ketika tubuh kekurangan yodium adalah timbulnya penyakit gondok.  Penyakit gondok ini adalah ketika terjadinya pembengkakan pada kelenjar tiroid dalam tubuh akibat kekurangan yodium. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar tiroid tersebut, atau yang biasa ditandai dengan benjolan atau tonjolan besar pada leher manusia. Jika gondok berkembang menjadi cukup besar, gejala-gejala lain seperti sakit tenggorokan, sesak napas, batuk, dan sulit menelan makanan dapat terjadi.

2. Penyakit Hipotiroidisme

Kekurangan yodium juga dapat menyebabkan penyakit hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah keadaan kelenjar tiroid yang tidak dapat menghasilkan hormon yang cukup. Gejala-gejala yang dapat muncul antara lain: letih lesu, intoleransi pada suhu dingin/cenderung sering merasa kedinginan, depresi, kulit kering, sulit berkonsentrasi, sembelit, rambut rontok, kenaikan berat badan, nyeri sendi, keterlambatan perkembangan pubertas (terjadi pada ana-anak), keterlambatan perkembangan gigi (terjadi pada anak-anak),

Selain itu, hipotiroidisme juga dapat terjadi pada bayi dan menimbulkan gejala seperti wajah membengkak, konstipasi, melemahnya kemampuan gerak otot, sering tersedak.

3. Keterlambatan Perkembangan Kecerdasan Otak dan Mental

Yodium sangat berperan dalam perkembangan otak dan mental bayi. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para ibu hamil untuk mengkonsumsi asupan yodium secukupnya. Apabila tidak cukup, keterlambatan perkembangan otak dan mental pada bayi setelah lahir dapat terjadi.

Diagnosa Kekurangan Yodium

Beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk mengetahui apabila kita mengalami defisiensi yodium pada tubuh, antara lain:
  • Tes urine
  • Tes darah, dapat mendeteksi kadar hormone TSH, T3 dan T4.
  • Pemeriksaan fisik , dapat diketahui apabila ditemukan pembesaran kelenjar tiroid saat pemeriksaan pada daerah leher.
  • Pemeriksaan iodine patch, dapat dilakukan dengan meletakkan idione patch pada kulit dan pemeriksaan dilakukan 24 jam setelah itu.
  • Studi pemindaian tiroid
 

Penanganan Kekurangan Yodium

Penanganan kekurangan yodium dapat dilakukan dengan perubahan pola makan kaya akan sodium. Bila perubahan pola makan tidak dapat mencukupi kebutuhan yodium, segera konsultasikan pada ahli medis Anda untuk mendapatkan suplemen sodium.

Selain itu, pemberian levotiroksin juga dapat diberikan khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak. Akan tetapi, pemberian levotiroksin juga harus diperhatikan penggunaannya karena dapat menyebabkan tirotoksikosis.

Yodium radioaktif juga seringkali dianjurkan bagi para penderita karena telah terbukti dapat mengecilkan ukuran gondok eutiroid hingga 40-60%.

Yodium sangat memiliki peranan dalam perkembangan hormon. Kurangnya konsumsi yodium dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh. Apabila gejala-gejala mencurigakan muncul, disarankan untuk segera berkonsultasi pada ahli medis Anda untuk penanganan awal.
 

Pencegahan Kekurangan Yodium

Prinsip pencegahan berbagai penyakit akibat kekurangan yodium adalah dengan mendapatkan asupan yodium yang cukup sesuai dengan rekomendasi. Pada level populasi, kekurangan yodium di suatu daerah dapat dicegah dengan cara menambahkan yodium ke dalam makanan dan minuman. Umunya langkah ini dilakukan dengan cara menambahkan yodium pada garam meja yang digunakan sehari-hari. Pada beberapa negara berkembang, tambahan yodium dilakukan dengan cara injeksi suplemen yodium dalam bentuk minyak.

Penambahan yodium pada suplemen makanan dan minuman harus sesuai dengan rekomendasi instansi kesehatan terkait. Pada orang dewasa, asupan yodium sebanyak 0,15 mg perhari sudah cukup untuk menjaga fungsi tiroid dengan optimal. Cara yang paling mudah untuk menjaga asupan yodium adalah menggunakan garam beryodium pada makanan. Pada orang vegetarian, selain dengan asupan yodium dari garam, dapat dianjurkan untuk mengonsumsi sumber yodium lain seperti susu, produk susu, dan telur.

 
Referensi: healthline.com, hellosehat.com, honestdocs.id, alodokter.com










Selamat Datang di Blog ERWIN DARPO : Inspirasi Hidup Sehat Lainnya
Lama Menjomblo Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
Lama Menjomblo Tingkatkan Risiko Sakit Jantung
Kamis, 12 Mei 2016 15:40 WIB
Setelah menganalisa data-data yang terkumpul, para peneliti menemukan bahwa kesendirian dan isolasi berkaitan dengan meningkatnya risiko jantung koroner hingga 29 persen pada orang dewasa. Kesendirian dan isolasi juga dinilai berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke hingga 32 persen.
KLOROFIL MUSUH UTAMA KANKER !!
KLOROFIL MUSUH UTAMA KANKER !!
Senin, 14 Maret 2016 16:21 WIB
CHLOROPHYLL yg begitu hebat dan menghebohkan dunia
Why Detox ?
Why Detox ?
Rabu, 16 Maret 2016 17:02 WIB
"Detox” adalah proses pengeluaran racun (toksin) dari dalam tubuh. Toksin bukan racun seperti bisa ular atau racun serangga, tapi zat yang menumpuk di dalam tubuh dan bersifat merusak.
Gejala Penyakit Jantung Yang Selalu Muncul
Gejala Penyakit Jantung Yang Selalu Muncul
Senin, 14 Maret 2016 16:41 WIB
Penyakit jantung yaitu satu diantara penyebabnya kematian nomer satu di Indonesia. Gejala Penyakit Jantung Yang Selalu Muncul Satu Bulan Sebelum Serangan Terjadi...
Rekomendasi Produk
Gondok
Paket Sehat untuk penyakit Gondok produk yang disarankan : Noni Plus, Calcium Mag dan Colostrum. Produk dietary suplement / suplemen makanan digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan regenerasi sel-sel serta meningkatkan daya tahan tubuh sehingga diharapkan tubuh dapat memperbaiki gangguan kesehatan sendiri. Penggunaan suplemen makanan bukan sebagai obat atau menggantikan pengobatan, tetapi mendukung pengobatan medis yang sudah diberikan. Jarak antara produk suplemen makanan dengan obat medis adalah +-1.5 jam sebelum atau sesudah obat medis. Info detail dapat menghubungi konsultan detox di bawah ini

Rp 1.075.600
Rp 1.075.600




Perlu Bantuan?

Hai, Saya ERWIN DARPO Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? atau andamembutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya melalui Handphone 08159222650 atau di WhatsApp 08159222650 :

Kirim Pesan  Chat WhatsApp